Selamat Datang di Situs Kami

Siap Melayani Dengan Ramah, Cepat, Dan Profesional

  • Proses Cepat
  • Daftar Dibantu
  • 24Jam Nonstop
  • Aman
  • Game Lengkap
Live Chat

Popular Posts

Leon Goretzka Merasa Tepat Gabung Bayern Munchen

Munchen - Leon Goretzka memilih bergabung ke Bayern Munchen dibandingkan ke Liverpool pada Januari 2018. Bagi Goretzka, membela Die Bayern adalah keputusan yang tepat.

epanjang bursa transfer Januari 2018, Liverpool diberitakan bakal mendapatkan tanda tangan Goretzka. Namun, pemain 23 tahun itu justru bergabung ke Bayern Munchen dengan status bebas bebas transfer.

"Saya sampai kepada kesimpulan. Bergabung dengan Bayern Munchen adalah langkah yang tepat. Saya merasa harus keluar dari zona nyaman untuk berkembang. Liga Champions juga menjadi alasan besar mengenai keputusan saya," kata Goretzka.

"Saya harus mengambil waktu yang lama untuk membuat keputusan tersebut. Namun, saya sudah mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang telah dan akan terjadi," ujar Goretzka.

Saat ini, Leon Goretzka masih berstatus pemain Schalke 04. Sosok yang dianggap memiliki potensi menjadi bintang tersebut rencananya baru akan berlabuh ke Bayern Munchen pada awal Juli 2018.

Legenda Arsenal Desak Kluivert Tak Buru-Buru Pindah ke MU

Pemain muda Ajax Amsterdam, Justin Kluivert, termasuk salah satu pemain yang masuk radar Manchester United (MU). Setan Merah berniat mendatangkan Kluivert ke Old Trafford musim panas nanti.

Pemain 18 tahun itu mencuri perhatian MU setelah mampu menjadi pemain andalan di tim utama Ajax. Kluivert musim ini sudah main 24 kali dan membukukan tujuh gol di Liga Belanda.

Aksi menawan Kluivert membuat petinggi MU mempertimbangkan merekrutnya musim panas nanti. Kluivert disiapkan jadi pengganti Anthony Martial yang kemungkinan pergi akhir musim nanti.

Petinggi Ajax Marc Overmars khawatir Kluivert akan tergoda dengan pinangan MU. Eks pemain Arsenal itu buru-buru memperingkat Kluivert dan pemain muda Ajax lainnya Matthijs de Ligt.
"Kami ingin Matthijs dan Kluivert bertahan. Mereka berdua masih terlalu muda untuk pindah," ujar Overmars seperti diberitakan Tribal Football.


Aksi menawan Kluivert membuat petinggi MU mempertimbangkan merekrutnya musim panas nanti. Kluivert disiapkan jadi pengganti Anthony Martial yang kemungkinan pergi akhir musim nanti.

Petinggi Ajax Marc Overmars khawatir Kluivert akan tergoda dengan pinangan MU. Eks pemain Arsenal itu buru-buru memperingkat Kluivert dan pemain muda Ajax lainnya Matthijs de Ligt.

"Kami ingin Matthijs dan Kluivert bertahan. Mereka berdua masih terlalu muda untuk pindah," ujar Overmars seperti diberitakan Tribal Football.

Real Madrid Buka Peluang MU Dapatkan Bek Tangguh Prancis

Manchester United (MU) sudah lama tertarik dengan bek Real Madrid, Raphael Varane. MU berharap bisa mendapatkan tanda tangan Varane musim panas ini.

Dan, terkait dengan keinginan itu, MU langsung mendapat kabar baik. Seperti dilporkan Mirror, Jumat (23/3/2018), Los Blancos bersedia untuk menyelesaikan kesepakatan dengan nilai penjualan sekitar 50 juta pounds.

Pemain berusia 24 tahun itu, bergabung dengan Real Madrid dari RC Lens pada tahun 2011. Varane telah membuat lebih dari 200 penampilan di semua kompetisi.

Selain itu, Varane juga telah membuat 40 caps untuk tim nasional Prancis. Ia menjadi pemain belakang reguler untuk klub dan negara.

MU sebenarnya sudah mencoba mengontrak Varane pada tahun 2011 sebelum ia pindah ke Santiago Bernabeu. Sementara Jose Mourinho - yang mengontrak Varane saat di Real Madrid - pernah menginginkannya di Chelsea pada 2014.

Varane sudah membuat 21 penampilan di La Liga musim ini, dan tampil cukup baik. Namun, laporan itu mengatakan Real Madrid terbuka untuk penjualan dengan harga yang tepat.

Tentu saja Ini adalah kabar baik bagi MU untuk mendapatkan bek tengah berkualitas. Pasalnya, pemain MU di posisi ini, seperti Phil Jones, Chris Smalling, dan Victor Lindelof, kerap membuat kesalahan.

Daley Blind dan Marcos Rojo juga bisa pindah di musim panas. Situasi ini tentu akan meninggalkan posisi untuk pemain baru. Namun, sejauh ini tidak diketahui apakah Varane mau pindah ke Old Trafford?


Pindah ke Chelsea, Giroud Keluhkan Masalah Ini

Olivier Giroud menyesal belum mencetak banyak gol bagi Chelsea. Striker timnas Prancis itu berharap torehan golnya terus bertambah di Stamford Bridge.

Giroud tiba di Chelsea pada bursa transfer musim dingin. Ia didatangkan untuk menjadi pelapis Morata.

Sejauh ini eks striker Arsenal itu telah bermain dalam delapan laga di semua kompetisi. Namun ia baru mencetak satu gol dan tiga assist.

"Saya sangat bahagia dengan proses adaptasi di sini. Sambutan dan kehangatan pemain sungguh luar biasa," kata Giroud seperti dilansir Evening Standard.

"Namun ada satu yang mengganggu saya yakni jumlah gol. Seharusnya saya bisa mencetak lebih dari satu gol dengan keadaan sekarang," ujarnya menambahkan.

Meski demikian Giroud percaya penampilannya bakal terus berkembang di Chelsea. Terlebih ia sekarang lebih banyak bermain ketimbang Morata.

"Tentu saja jumlah gol saya sangat kurang. Tetapi seiring berjalan waktu semuanya akan membaik," kata Giroud.

"Saya ke sini untuk mencari tantangan baru. Jadi saya harus percaya diri," ujarnya menambahkan.

Meski demikian Giroud tak memungkiri pindah pada pertengahan musim tak semudah yang dibayangkan.

"Saya sebenarnya ingin langsung tampil bagus. Namun pindah di Januari dan saya baru pulih dari cedera membuat segalanya menjadi sukar," kata Giroud.

Wonderkid AC Milan Tak Menyangka Bisa Debut di Timnas Italia

Striker muda AC Milan, Patrick Cutrone akhirnya benar-benar menjalani debutnya bersama Timnas Italia dalam laga melawan Argentina, Sabtu dini hari WIB (24/3/2018). Penyerang 20 tahun itu dimasukkan pada menit ke-74, menggantikan Ciro Immobile.

Meski hanya bermain sebentar, Cutrone tetap gembira. Ia masih tak menyangka bisa menjalani debut dengan timnas senior di usia yang terbilang belia.

“Saya sebenarnya dipanggil untuk timnas U-21, namun mereka memberi tahu saya di ruang ganti kalau saya masuk ke tim senior. Saya tidak bisa memercayainya!” ungkap Cutrone kepada Rai Sport usai pertandingan.

Cutrone pun sangat berterima kasih pada pelatih interim Italia, Luigi Di Biagio yang telah memberinya kepercayaan. Hubungan keduanya dikenal cukup baik semasa bekerjasama untuk Timnas Italia U-21.

“Di Biagio bilang bahwa dia akan memberikan kesempatan bagi pemain muda. Saya sangat berterima padanya atas kesempatan ini, dan saya akan bekerja keras untuk mendapatkan tempat di dalam skuat,” ujarnya.

Pada laga itu, Argentina masih terlalu perkasa untuk Italia. Tampil tanpa Lionel Messi dan Sergio Aguero, Tim Tango secara meyakinkan menundukkan Italia 2-0 melalui gol Ever Banega di menit 75 dan Manuel Lanzini di menit 85.

“Saya kira kami punya banyak peluang untuk mencetak gol malam ini. Jadi menurut saya kami sudah bermain dengan baik. Sayangnya, kami dua kali mendapat serangan balik dan Argentina mengonversinya dengan baik,” kata Cutrone.

Legenda Timnas Brasil Dukung Alisson Jadi Kiper Terbaik Dunia

Mantan penjaga gawang Timnas Brasil, Claudio Taffarel, memuji kiper AS Roma. Menurut Taffarel, Alisson Becker memiliki talenta yang begitu hebat dan menyebutnya bakal jadi kiper terbaik dunia.

Nama Alisson begitu populer belakangan ini. Pasalnya ia disebut jadi incaran utama Liverpool untuk musim panas mendatang.

Tak berapa lama, kiper kedua di Timnas Brasil itu kemudian juga disebut diminati oleh beberapa tim besar Eropa lainnya. Di antaranya adalah Chelsea, Manchester United dan juga Real Madrid.

Kemudian akhirnya muncul banyak pujian pada kiper berusia 25 tahun itu. Ia bahkan disebut lebih hebat ketimbang kiper Manchester City yang juga berasal dari Brasil, Ederson.

Kehebatan Alisson ini rupanya juga disadari betul oleh Taffarel. Eks kiper Parma dan Galatasaray, yang pernah memenangkan gelar Piala Dunia 1994 ini menyebut juniornya itu punya skill yang akan bisa membuatnya jadi kiper terbaik di dunia.

"Saya akan selalu menghormati karir (Gianluigi) Buffon, yang begitu brilian. Tapi saya percaya bahwa Alisson, sebagai penjaga gawang, lebih teknis dengan postur yang berbeda," cetusnya kepada Omnisport.

"Ia selalu berdiri dengan tegas dan yakin dengan apa yang dilakukannya. Alisson benar-benar mengesankan. Pada saat kami bekerja dengannya di Internacional dan dengan tim nasional, kami tahu ia akan mencapai level yang tinggi," bebernya.

"Ada lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk melihat apakah ia bisa mencapai puncak atau tidak, tetapi ia memiliki kualitas untuk tetap berada di puncak dan menjadi penjaga gawang terbaik di dunia, tanpa keraguan," tegas Taffarel.

Alisson telah tampil sebanyak 37 kali bagi Roma di semua ajang kompetisi musim ini. Sementara itu bersama Timnas Brasil, ia telah mengoleksi 22 caps.

Di Biagio Sebut Timnas Italia Kalah Kelas Lawan Argentina

Timnas Italia harus mengakui keunggulan Argentina dalam laga persahabatan yang berlangsung, Jumat malam atau Sabtu dinihari WIB (24/3/2018). Bermain di Stadion Etihad, Manchester, Gli Azzuri takluk 0-2 dari Tim Tango yang tampil tanpa Lionel Messi dan Sergio Aguero.

Mantan gelandang Inter Milan, Ever Banega membuka keunggulan Argentina di menit 75. Berawal dari operan satu-dua dengan Giovani Lo Celso, Banega melepaskan tembakan keras melewati hadangan Leonardo Bonucci, yang membuat Gianluigi Buffon mati langkah.

Sepuluh menit berselang, Manuel Lanzini mempertegas kemenangan Argentina, memanfaatkan assist Gonzalo Higuain.

Meski kalah, pelatih interim timnas Italia, Luigi Di Biagio tetap yakin, bahwa pola permainan yang diterapkannya sudah benar dan harus dilanjutkan. Pada laga dini hari tadi, ia menerapkan formasi 4-3-3, sama seperti yang selama ini ia jalankan di Timnas Italia U-21.

Ia memasang Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Federico Chiesa sebagai starter di depan, serta Jorginho, Marco Veratti, dan Marco Parolo di lini tengah.

“Kami harus berlanjut dengan pemain-pemain dan sistem ini. Kami sudah berusaha bergerak dari belakang dan menekan lawan dengan bebas, namun kami tidak melakukannya dengan baik di babak pertama karena kami menghadapi lawan tim yang fantastis,” ujar Di Biagio, seperti dilansir Football Italia.

Menurut Di Biagio, apa yang dilakukannya merupakan awal dari era baru Timnas Italia, dan karena itu, dibutuhkan kesabaran.

“Kami kebobolan dua gol, itu mengecewakan. Tapi pekerjaan ini butuh kesabaran dan Italia butuh berkembang pelan-pelan. Kami sudah berada di jalur yang benar. Kami kebobolan gol kedua cuma karena kami berusaha untuk menyamakan kedudukan. Saya justru akan lebih marah kalau kami cuma kalah 1-0 dan tidak berusaha mengimbangi,” ucap Di Biagio.